Rabu, 02 Maret 2011
Bergembira lah dan hidup lebih lama! Satu kajian atas lebih dari 160 studi mengenai hubungan antara kondisi positif otak dan seluruh kondisi kesehatan dan umur panjang telah menemukan "bukti jelas dan mendesak" bahwa orang yang lebih gembira menikmati kesehatan yang lebih baik dan hidup lebih lama.
Nyatanya, bukti yang mengaitkan penampilan bergairah dan kenikmatan hidup dengan kesehatan lebih baik dan umur lebih panjang ternyata lebih kuat bahkan dibandingkan dengan kaitan kegemukan dengan berkurangnya usia, demikian isi kajian itu --yang disiarkan Selasa (1/3) di jurnal "Applied Psychology: Health and Well-Being".
"Saya nyaris terkejut, dan tentu saja kaget, untuk menyaksikan betapa konsistensinya data tersebut," kata Ed Diener, pensiunan profesor psikologi di University of Illionis, yang memimpin kajian itu.
Kajian tersebut meneliti delapan jenis berbeda studi jangka panjang dan percobaan pada populasi hewan serta manusia. Misalnya, 5.000 mahasiswa yang diteliti selama lebih dari 40 tahun membuktikan kebanyakan mahasiswa yang pesismisti cenderung meninggal dalam usia lebih muda.
Di laboratorium, semangat positif didapati mengurangi hormon yang berkaitan dengan stress, meningkatkan fungsi kekebalan dan membantu pemulihan jantung setelah orang melakukan kegiatan.
Hewan yang hidup dalam kondisi tertekan seperti kandang yang penuh sesak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah dan kerentanan lebih tinggi terhadap penyakit jantung, dan mati pada usia lebih muda dibandingkan dengan hewan yang berada di kandang yang tak terlalu penuh penghuni.
Diener menyatakan meskipun dekrit kesehatan saat ini dipusatkan pada kegemukan, merokok, kebiasaan makan dan olah raga, "mungkin sudah tiba waktunya untuk menambahkan 'bergembira lah dan hindari depresi serta kemarahan kronis' pada daftar itu".
Ada mitos bahwa kalau berat badan Anda naik setelah menikah itu adalah tanda kebahagiaan. Hal ini ternyata ada benarnya. Penelitian terbaru menunjukan bahwa kepuasan pernikahan ditentukan oleh kenaikan berat badan.
Andrea Maltzer dan tim peneliti yang terdiri dari para psikolog dari University of Tennessee, Amerika Serikat, melansir kesimpulan tersebut setelah meneliti 165 pasangan selama empat tahun. Pasangan itu diminta mengisi angket setiap enam bulan untuk menentukan tingkat kepuasan.
Hasilnya adalah, suami akan merasa puas dengan pernikahannya dari waktu ke waktu, sejauh berat badan istrinya tidak lebih besar darinya. Dengan kata lain, naiknya berat badan istri tidak jadi masalah, selama sang suami juga mengalami peningkatan berat badan.
Dari hasil penelitian itu diketahui bahwa ketika berat badan naik berlebihan dan hanya dialami salah satu pasangan, baik pada suami maupun istri, permasalahan akan dengan mudah timbul. Biasanya terkait dengan isu-isu kompleks.
"Ketidakpuasan dalam hubungan, kehidupan pribadi, atau berkurangnya keintiman bisa saja jadi masalah yang lebih besar dan bukan hanya sekedar soal berat badan," kata Andrea Maltzer, seperti dikutip dari YourTango.
Ia juga mengungkapkan kalau pasangan sama-sama mengalami peningkatan berat badan, hubungan mereka cenderung awet. Sebaliknya, jika salah satu pasangan mengalami peningkatan berat badan, sementara pasangannya lainnya tidak, bisa jadi peringatan akan ketidakpuasan dalam hubungan.
Bersepeda saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kota. Kebiasaan sehat yang satu ini pun makin populer di Jakarta dengan adanya Hari Bebas Kendaraan Bermotor setiap bulan.
Meskipun Anda juga bisa bebas bersepeda pada hari kerja, tetapi rasanya lebih nyaman bersepeda saat akhir pekan, ketika kondisi jalan tidak terlalu ramai. Tetapi, jika Anda tinggal di empat kota berikut, rasa nyaman bersepeda bisa didapatkan setiap hari. Ketahui empat kota yang merupakan surganya para pesepeda, seperti dilansir dari Divine Caroline.
4. Barcelona, Spanyol
Populasi masyarakat : 1,6 juta
Populasi pesepeda : Lebih dari 30.000 masyarakat Barcelona, menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.
Para pecinta sepeda di Barcelona dimanjakan dengan layanan "Bicing Service" yang dimulai pada 2007. Layanan ini memungkinkan masyarakat lokal dan turis untuk mengajukan permohonan kartu bersepeda. Kartu ini memungkinkan mereka untuk mengambil sepeda dari seratus stasiun tersebar yang tersebar di seluruh wilayah perkotaan, menggunakannya dalam batas-batas kota, dan mengembalikannya ke stasiun lain.
Ada juga "jalur hijau" yang merupakan jalur sepeda untuk mengelilingi kota. Terdapat area parkir di jalanan yang bisa memuat 3.250. Kota ini juga sedang dalam proses membangun sebuah garasi sepeda bawah tanah yang besar.
3. Davis, California, Amerika Serikat
Populasi masyarakat : 65.000
Populasi pesepeda : 17 persennya adalah pengguna sepeda.
Davis adalah satu kota di Amerika Serikat yang aktif merencanakan untuk memasukkan jalur sepeda ke dalam arsitektur transportasi. Menurut Virgin-Vacations.com, di kota tersebut terdapat sekitar seribu mil jalur sepeda. Hal ini membuat kota tersebut mendapat status "Bicycle Friendly Community". Bahkan lambang kota tersebut adalah sepeda.
2. Amsterdam, Belanda
Populasi masyarakat : 750.000
Populasi pesepeda : Empat puluh persen lalu lintas di Amsterdam adalah lalu lintas sepeda.
Amsterdam, dikenal sebagai ibukota sepeda dunia. Terdapat 249 mil (400 kilometer) Fietspaden, atau jalur sepeda dan jalan yang ditunjuk. Sebagian besar diantaranya memiliki lampu lalu lintas sendiri dan tanda-tanda yang berbunyi: "Uitgezonderd" (artinya kecuali) untuk menunjukkan bahwa hanya sepeda dan skuter yang dikecualikan dari peraturan lalu lintas. Kota Amsterdam juga sedang dalam proses membangun sebuah garasi parkir sepuluh ribu sepeda di stasiun kereta api utama, Amsterdam Centraal.
1. Copenhagen, Denmark
Populasi masyarakat : 1,8 juta
Populasi pesepeda : 32 persen pekerja di Copenhagen menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.
Kota yang berada di peringkat enam dunia dalam hal kualitas hidup ini, juga surganya para pesepeda. Tiap warga kota Copenhagen memiliki satu sepeda. Kota ini menawarkan sepeda umum gratis dan jalur sepeda yang ditunjuk dengan sistem sinyal yang terpisah. Salah satu daerah yang bernama Christiana bahkan hanya dilewati sepeda dan tidak ada mobil yang lewat. Pejabat setempat bahkan berencana untuk menggandakan pengeluaran untuk membangun infrastruktur sepeda dalam tiga tahun ke depan.
Selasa, 01 Maret 2011
Google Chrome adalah sebuah penjelajah web sumber terbuka yang dikembangkan oleh Google dengan menggunakan mesin rendering WebKit. Proyek sumber terbukanya sendiri dinamakan Chromium. Versi beta untuk Microsoft Windows diluncurkan pada 2 September 2008 dalam 43 bahasa. Versi Mac OS X dan Linux sudah dirilis. Anda bisa mendownload gratis Google Chrome di siniStroke atau serangan jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia untuk kategori penyakit tidak menular (PTM).
"Data kematian akibat PTM yang tadinya 41,7 persen pada tahun 1995 meningkat menjadi 59,5 persen pada 2007. Penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah stroke sebesar 15,4 persen," kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih ketika membuka pertemuan regional Badan Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara yang membahas penanggulangan penyakit tidak menular yang digelar di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa.
Menkes menambahkan angka prevalensi PTM di Indonesia cukup tinggi yang meliputi penyakit hipertensi, penyakit jantung, stroke, penyakit tulang dan otot (muskuloskeletal) serta kecelakaan lalu lintas.
Selain itu prevalensi faktor resiko PTM juga tinggi Seperti obesitas, makanan beresiko, kurang buah dan sayur, kurang aktivitas fisik, merokok dan masalah kejiwaan.
"Kementerian Kesehatan memberikan perhatian serius dalam pengendalian PTM dengan membentuk unit khusus PTM sejak 2006 dengan program prioritas penyakit jantung, penyakit kanker, penyakit kronis dan generatif, diabetes mellitus dan penyakit metabolik serta kecelakaan dan cidera," ujar Menkes.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan disebut Menkes adalah pembentukan jejaring PTM dengan programnya antara lain intervensi berbasis masyarakat yaitu Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang melakukan "screening" faktor resiko PTM dan penyuluhan pencegahan PTM.
"Program lain adalah pengendalian tembakau dengan kegiatan advokasi termasuk pembentukan aliansi walikota dan bupati, monitoring penggunaan tembakau serta menyusun peraturan perundangan," ujar Menkes.
Saat ini cakupan program PTM sudah mencapai 60 persen provinsi di tanah air dengan kegiatan utama yang dilakukan berupa sosialisasi dan advokasi, pengendalian faktor resiko, deteksi dini, manajemen kasus, surveilens epidemiologi, jejaring kemitraan, monitoring, KIE, evaluasi, pembiayaan dan ketenagaan.


